Kalau kamu ingin jualan online tapi bingung mulai dari mana, cara membuat landing page adalah salah satu jalan tercepat. Landing page cukup satu halaman yang fokus mengajak pengunjung melakukan satu tindakan, misalnya chat WhatsApp atau mengisi form pesanan.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu jago coding. Di artikel ini saya jelaskan langkah demi langkah, lengkap dengan contoh dan kesalahan yang sering terjadi pada UMKM.
Apa Bedanya Landing Page dengan Website Biasa?
Website biasa punya banyak halaman: beranda, tentang kami, blog, kontak, dan seterusnya. Pengunjung bebas keliling ke mana saja.
Landing page berbeda. Isinya satu halaman panjang yang membawa pengunjung dari “oh, menarik” sampai “oke, saya pesan”. Karena fokusnya satu, biasanya lebih mudah mengubah pengunjung jadi pembeli.
Landing page cocok kalau kamu:
- menjual satu produk atau satu paket jasa unggulan,
- sedang memasang iklan dan butuh halaman tujuan,
- membuka pre-order atau promo dalam waktu terbatas,
- baru mulai dan belum butuh website lengkap.
Cara Membuat Landing Page dalam 7 Langkah
Ikuti urutan di bawah ini. Jangan loncat ke desain dulu, karena pondasi landing page ada di tujuan dan isi tulisannya.
Siapkan dulu kertas atau catatan di HP untuk menuliskan jawaban tiap langkah.

Langkah 1: Tentukan Satu Tujuan
Tanya diri sendiri: setelah membaca halaman ini, pengunjung harus melakukan apa? Pilih satu saja, misalnya “klik tombol WhatsApp untuk pesan”.
Kesalahan umum UMKM adalah memasang banyak tombol dengan tujuan berbeda: ikuti Instagram, isi form, telepon, dan beli di marketplace. Pengunjung jadi bingung dan akhirnya pergi.
Langkah 2: Kenali Calon Pembeli
Tulis siapa yang kamu tuju, apa masalahnya, dan apa yang membuat mereka ragu membeli. Contohnya, kamu jual katering diet untuk pekerja kantoran. Masalah mereka adalah sibuk, ingin makan sehat, tapi takut rasanya hambar.
Dari situ kamu tahu isi halamannya harus menjawab kekhawatiran yang mana.
Langkah 3: Tulis Judul dan Penawaran yang Jelas
Judul utama harus menjawab “ini apa dan untuk siapa” dalam sekali baca. Hindari kalimat bagus tapi kabur seperti “Solusi Terbaik untuk Hidup Anda”.
Contoh yang lebih jelas: “Katering Sehat Harian untuk Karyawan, Antar Sampai Kantor”. Di bawahnya, tambahkan satu kalimat penawaran, misalnya harga mulai berapa atau bonus apa yang kamu berikan.
Langkah 4: Susun Isi Halaman dari Atas ke Bawah
Urutan yang aman dan mudah ditiru:
- Bagian atas: judul, foto produk, dan tombol ajakan.
- Masalah: gambarkan keluhan pembeli dengan bahasa mereka.
- Solusi: jelaskan bagaimana produkmu membantu.
- Manfaat dan isi paket: tulis apa yang didapat, bukan hanya fitur.
- Bukti: testimoni asli, foto hasil, atau jumlah pelanggan yang benar-benar kamu punya.
- Harga dan cara pesan: buat jelas dan tanpa kejutan.
- FAQ singkat: jawab pertanyaan yang paling sering masuk ke chat.
- Tombol ajakan terakhir: ulangi ajakan di bagian paling bawah.
Langkah 5: Pilih Alat untuk Membuatnya
Ada tiga pilihan umum, tergantung kemampuan dan budgetmu:
- Page builder siap pakai: tinggal geser dan isi template. Cocok untuk pemula yang ingin cepat.
- WordPress: lebih fleksibel dan bisa dikembangkan jadi website lengkap nanti. Butuh sedikit belajar di awal.
- Jasa pembuatan: cocok kalau kamu tidak punya waktu dan ingin hasil yang rapi sejak awal.
Kalau baru mencoba ide produk, mulai dari yang paling sederhana. Kamu bisa pindah ke WordPress ketika bisnis sudah jalan.
Tips Desain Landing Page yang Bikin Orang Percaya
Desain bagus bukan berarti ramai. Untuk landing page jualan, tampilan yang bersih dan jelas biasanya lebih meyakinkan.

Langkah 6: Pakai Foto Asli dan Tombol yang Mencolok
Foto produk asli dari HP dengan cahaya cukup sering lebih dipercaya daripada gambar stok yang terlihat generik. Ambil dari beberapa sisi, dan tunjukkan produk saat dipakai.
Untuk tombol, pilih warna yang kontras dengan latar dan tulis kalimat yang spesifik. “Pesan via WhatsApp” lebih jelas daripada “Klik di sini”.
Langkah 7: Cek di HP Sebelum Dipublikasikan
Kebanyakan calon pembeli UMKM membuka halaman lewat HP. Jadi uji dulu di layar kecil: apakah tulisan terbaca, tombol mudah ditekan, dan halaman terbuka cepat?
Beberapa hal yang perlu dicek:
- ukuran foto tidak terlalu besar supaya halaman tidak lambat,
- paragraf pendek, tidak menumpuk,
- tombol WhatsApp membuka chat dengan pesan awal yang sudah terisi,
- nomor dan harga sudah benar.
Kesalahan Umum Saat Membuat Landing Page
Dari pengalaman membantu pemilik usaha kecil, ini yang paling sering terjadi:
- Terlalu banyak menu dan link keluar. Pengunjung kabur sebelum sempat membeli.
- Menulis tentang diri sendiri, bukan pembeli. Mulailah dari masalah mereka, bukan sejarah usahamu.
- Tidak ada bukti. Tanpa testimoni atau foto hasil, orang sulit percaya.
- Harga disembunyikan. Pengunjung malas bertanya kalau belum tahu kisaran harganya.
- Tidak pernah diperbarui. Promo sudah berakhir tapi halaman masih menampilkannya.
Setelah Online, Apa yang Perlu Dilakukan?
Landing page jarang sempurna di percobaan pertama, dan itu wajar. Bagikan dulu ke pelanggan lama, grup komunitas, atau status WhatsApp untuk melihat reaksinya.
Perhatikan berapa orang yang chat setelah membuka halaman. Kalau banyak yang bertanya hal yang sama, tambahkan jawabannya ke halaman. Ubah satu hal setiap kali supaya kamu tahu perubahan mana yang berpengaruh.
FAQ Seputar Cara Membuat Landing Page
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat landing page?
Kalau teks dan foto sudah siap, landing page sederhana bisa selesai dalam satu sampai dua hari memakai template. Waktu terbanyak biasanya habis di menulis isi dan menyiapkan foto, bukan di pembuatannya.
Apakah landing page butuh domain sendiri?
Sebaiknya iya. Domain sendiri membuat usahamu terlihat lebih serius dan mudah diingat. Untuk uji coba awal kamu boleh memakai alamat bawaan platform, tapi untuk jualan jangka panjang domain sendiri lebih disarankan.
Apakah bisa membuat landing page tanpa bisa coding?
Bisa. Page builder dan WordPress dengan editor visual memungkinkan kamu menyusun halaman dengan drag and drop. Yang paling penting adalah isi tulisan dan penawaranmu.
Landing page atau website, mana yang lebih baik untuk UMKM?
Tergantung tujuan. Kalau kamu fokus menjual satu produk atau paket, landing page sudah cukup. Kalau produkmu banyak dan butuh blog atau katalog, website lengkap lebih tepat.
Kesimpulan
Intinya, landing page yang efektif lahir dari tujuan yang jelas, tulisan yang menjawab masalah pembeli, dan tampilan yang rapi di HP. Mulai dari versi sederhana, lalu perbaiki berdasarkan respons pelanggan.
Butuh website atau landing page yang siap jualan? Konsultasi di bukawebsite.com
